Managemen Sekolah
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya akan melaporkan bahan bacaan yang telah saya baca, sebelumnya saya mohon maaf jika terdapat kesalahan kata dan kurangnya informasi yang saya cantumkan ini, karena inilah sepengetahuan yang saya tahu, jika ada kekurangan mohon di tambahkan.
Sebelum masuk ke pembahasan inti izin kan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Saya Defia Wahyufi dengan no Nim (11901169) dari kelas PAI 4A IAIN Pontianak.
Laporan ini saya tulis untuk memenuhi mata kuliah Magang 1.
Baiklah demi mengefesienkan waktu langsung saja kita masuk ke materi awal, yaitu mengenal apa itu managemen sekolah.
Secara umum, menyatakan bahwa managemen sekolah dan managemen pendidikan mempunyai pengertian yang sama, yang mana pengertian managemen pendidikan adalah proses yang perlu diterapkan dalam dunia pendidikan agar tujuan dari pendidikan bisa tercapai. Ada juga pendapat dari beberapa ahli, sebagaimana yang dijelaskan oleh James Jr. (2007;14) yang memaparkan bahwa manajemen sekolah adalah proses
pemberdayaan Sumber Daya Manusia bagi penyelenggara sekolah secara efektif.
Sejalan dengan James, Ali Imron Sauki (2014:104) berpendapat bahwa manajemen pendidikan adalah proses penataan kelembagaan pendidikan, dengan melibatkan sumber potensial baik yang bersifat manusia maupun yang bersifat non
manusia guna mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Seperti yang kita ketahui bahwa tujuan pendidikan yang efektif dan efisien itu terdapat tujuan yang bersifat jelas, mengunakan bahasa-bahasa operasional agar kita mudah memahami, dalam penyusunan program juga harus menyeluruh dan saling bersinergi program satu dengan program yang lainnya sehingga saling memberikan manfaat yang positif.
Manajemen sendiri akan dikatakan bagus apabila manajemen tersebut bisa sejalan dengan konsep dan program yang telah direncanakan untuk mencapai keberhasilan lebih dari 95%. Maka dari itu para pimpinan sekolah yang berkedudukan sebagai manajer di lingkungan sekolah perlu mengusahakan manajemen supaya dapat berjalan sesuai dengan tujuan bersama.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan komponen integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan.
Setelah membaca penjelasan di atas tadi mari kita masuk ke pengertian Manajemen Sekolah bermutu. Manajemen Sekolah Bermutu merupakan paradigma baru pendidikan, yang memberikan
otonomi luas pada tingkat sekolah (pelibatan masyarakat) dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional.
Menurut Edmond yang dikutip Suryosubroto memaparkan bahwa Manajemen Sekolah
Bermutu merupakan alternatif baru dalam pengelolaan pendidikan saat ini yang lebih menekankan kepada kretifitas dan kemandirian sekolah.
Ada juga ahli yang bernama Nurcholis mengatakan Manajemen Sekolah bermutu adalah bentuk alternatif sekolah sebagai hasil dari desentralisasi pendidikan.
Dari beberapa pengertian yang telah di paparkan beberapa ahli, maka pengertian secara umum, manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah dapat diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan Pengambilan Kebijakan partisipatif
yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah mulai dari pendidik (guru), peserta didik (siswa-siswi), kepala sekolah, karyawan, orang tua, staff tata usaha, dan warga sekolah lainnya.
Setelah membahas tentang pembahasan awa, mari kita lanjutkan membahas tentang konsep Manajemen Sekolah bermutu, yang mana manajemen ini berhubungan dengan orang tua/wali murid yang diharapkan bisa
berjalan dengan selaras dan beriringan. Itulah mengapa hubungan yang harmonis sangat penting dan sangat diperlukan agae masyarakat memiliki tanggung jawab untuk
sama-sama memajukan sekolah. Melalui hubungan yang harmonis sangat diharapkan tercapainya tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu proses
pendidikan terlaksana secara produktif, efektif, dan efisien sehingga menghasilkan lulusan yang produktif dan berkulitas.
Menurut bacaan yang saya baca Manajemen Sekolah Bermutu memiliki tujuan secara umum, sebagaimana berikut:
a. Mutu pendidikan yang berkualitas, yaitu melalui kemandirian sekolah dan inisiatif sekolah dalam megelola dan memberdayakan sumber daya yang ada
b. Sinergitas warga sekolah dan masyarakat yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan Kebijakan
bersama
c. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya
d. kompetisi mutu anatr sekolah yang sehat untuk barometer mutu pendidikan yang sesuai dengan perkembangan saat ini.
Tidak hanya tujuan, Manajemen Sekolah Bermutu juga mempunyai beberapa manfaat diantaranya:
a. sekolah dapat menyesuaikan dan meningkatkan kesejahteraan Pendidik dan tenaga pengajar sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugasnya sebagai pendidik
b. Memiliki keleluasaan untuk pengelolaan sumberdaya dan penyertaan masyarakat dalam berpartisipasi di sekolah, serta
mendorong profesionalisme sivitas akademika yang ada disekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun
pemimpin sekolah
c. Pendidik didorong untuk berinovasi
d. Rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat sekolah dan peserta didik.
Sekarang saya akan membahas tentang
konsep yang matang dan terencana untuk digunakan dalam mengelola dan mengembangkan sekolah. Pengembangan tersebut juga ada empat prinsip, yaitu:
1. Equifinality
Berdasarkan teori modern menyatakan bahwa terdapat beberapa metode yang berbeda dalam pencapaian
tujuan. Manajemen sekolah bermutu yang menekankan pada fleksibilitas. Untuk itu sekolah wajib mandiri dan mengelola
seluruh aktifitasnya bersama warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing.
Sekolah harus mampu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapinya dengan cara yang paling tepat
dan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Walaupun sekolah satu mungkin memiliki masalah yang sama, cara
penyelesaiannya akan berbeda antara sekolah satu dengan sekolah yang lainnya.
2. Decentralization
Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen sekolah modern. Prinsip desentralisasi ini konsisten
dengan prinsip ekuifinaltias.
Maka dari itu, prinsip desentralisasi adalah teori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielekakan dari kesultian dan permasalahan. Pendidikan adalah masalah yang rumit dan kompleks sehingga memerlukan desentralisasi dalam pelaksanaannya.
Prinsip desentralisasi adalah efisiensi
dalam pemecahan masalah, bukan menghindari masalah. Oleh karena itu, manajemen sekolah bermutu harus mampu
menemukan masala, memecahkannya tepat waktu dan memberi sumbangan yang lebih besar terhadap efektivitas pengajaran
dan pembelajaran. Tanpa adanya desentralisasi kewenangan sekolah tidak dapat dilakspeserta didikan dan akan berakibat terlambatnya pemecahan masalah secara cepat, tepat, dan efisien.
3. Self-Management System
Manajemen sekolah bermutu perlu mencapai tujuan-tujuan berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan, tetapi terdapat berbagai metode-metode yang berbeda dalam mencapainya. Manajemen sekolah yang bermutu harus menyadari bahwa pentingnya mempersilahkan sekolah menjadi sistem pengelolaan secara mandiri di bawah kebijakannya sendiri.
Sekolah yang memiliki otonomi tertentu untuk mengembangkan tujuan pengajaran strategi manajemen, distribusi sumber daya
manusia dan sumber daya lainnya, memecahkan masalah, dan
mencapai tujuan berdasarkan kondisi mereka masing-masing sesuai dengan sumber daya manusia dan kemampuannya, karena sekolah yang dikelola secara mandiri maka sekolah itu akan lebih memiliki inisiatif dan tanggung jawab sendiri.
4. Human Initiative
Perspektif sumber daya manusia menekankan bahwa orang adalah sumber daya yang berharga dalam organisasi sehingga poin utama dalam manajeman adalah mengembangkan sumber daya
manusia yang ada dalam sekolah untuk berinisitatif. Berdasarkan perspektif maka, Manajemen Sekolah bertujuan untuk
membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dapat diukur dari perkembangan aspek sumber daya manusianya. Prinsip ini telah mengakui bahwa manusia bukanlah sumber daya
yang statis, melainkan dinamis. Oleh karena itu, potensi sumber daya manusia harus selalu digali, ditemukan, dan kemudian
dikembangkan.
Dalam media yang saya baca terdapat juga fungsi dari managemen yang menjadi faktor pendukung apa saja fungsi managemen sebenarnya.
Disini memaparkan fungsi Manajemen ialah berbagai jenis tugas atau kegiatan
manajemen yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Maka inilah fungsi manajemen yang sebenarnya, diantaranya yaitu:
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan tindakan awal dalam proses manajemen. Menurut Robbins (2011:16) perencanaan adalah
proses menentukan tujuan dan menetapkan cara terbaik untuk mencapai tujuan dan menetapkan cara terbaik untuk mencapai
tujuan. Mondy dan Premeaux menjelaskan bahwa “Perencanaan
adalah proses menentukan apa yang seharusnya dicapai dan
bagaimana mencapainya”.
Dengan perencanaan yang dibuat akan dapat mengkoordinir berbagai kegiatan, mengarahkan para manajer dan pegawai
kepada tujuan yang akan dicapai. Kemana mereka akan pergi, apa yang mereka harapkan dari semua itu sehingga
berkontribusi terhadap pencapaian tujuan, maka mereka seharusnya berkoordinasi, bekerjasama dan sama-sama bekerja.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Organisasi adalah berkumpulnya sejumlah orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Setelah rencana disusun oleh manajer atau kepala sekolah dan tim, maka tugas selanjutnya adalah mengorganisir
sumber daya manusia dan sumber daya fisik, sehingga dapat termanfaatkan secara tepat. Sedangkan pengorganisasian (organizing) adalah proses di mana pekerjaan yang ada dibagi dalam komponen-komponen yang dapat ditangani dan aktivitas mengkoordinasa hasil-hasil yang akan dicapai sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai. Jadi, proses pengorganisasian adalah kegiatan menempatkan seseorang dalam struktur organisasi sehingga memiliki tanggung jawab, tugas dan kegiatan yang berkaitan dengan fungsi organisasi dalam pencapaian tujuan yang disepakati bersama melalui perencanaan.
3. Menggerakkan (Actuating)
Menggerakkan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai
sasaran sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Sehingga dapat terlaksana dengan baik.
Dalam konteks Actuating diperlukan kerja praktis dan aksi nyata, tidak memerlukan konsep namun harus berjalan sesui
dengan perncanaan yang telah ditetapkan. Actuating juga akan memberikan gambaran
yang nyata bagi pengelola sampai dimana pelaksanaan secara teknis kerja dan kinerja organisasi yang ada di sekolah untuk
mencapai tujuan-tujuannya.
4. Kepemimpinan (Leadership)
Indikator keberhasilan seorang manajer atau kepala sekolah dalam mengelolah organisasi adalah keterampilan dan gaya
memimpin. Keterampilan memimpin mencakup keterampilan konseptual (pengetahuan), keterampilan teknikal, dan
keterampilan interpersonal (komonikasi).
Mondy dan Premeaux (2012:65) menjelaskan bahwa, kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk
melakukan apa yang diinginkan pemimpin untuk mereka lakukan.
Jadi, kepemimpinan berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain, karena itu
intinya adalah hubungan antar manusia.
5. Pengawasan (Controlling)
Fungsi pengawasan mencakup semua aktifitas yang dilakukan peserta didik oleh manager dalam upaya memastikan
bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan peserta didik.
6. Penyusunan (Staffing)
Penyusunan disini termasuk perekrutan karyawan, pemanfaatan sarana dan prasarana, pelatihan, pendidikan dan
pengembangan sumber daya karyawan tersebut dengan efektif.
Maka dapat saya simpulkan bahwa dari keenam fungsi manajemen yang telah saya paparkan tersebut bahwa dapat kita lihat
kondisi global yang saat ini sedang bergulir dan berpeluang besar untuk masa depan. Dari hal tersebut memperoleh modal yang dapat menjadi pijakan yang kuat untuk mengembangkan pendidikan khususnya manajemen sekolah. Pada titik inilah
diperlukan berbagai komitmen untuk memperbaiki kualitas. Ketika
melihat peluang, dan peluang itu dijadikan modal, kemudian modal menjadi pijakan untuk mengembangkan pendidikan yang
disertai komitmen yang tinggi, maka secara otomatis akan terjadi sebuah efek domino (positif) dalam pengelolaan organisasi, strategi, Sumber daya manusia, pendidikan dan pengajaran, biaya, serta pengelolaan pendidikan.
Mungkin ini saja yang dapat saya paparkan dari apa yang sudah saya baca, jika ada kesalahan atau kekurangan mohon kritikan baiknya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Sumber : http://eprints.umsida.ac.id/1624/1/Manajemen%20Sekolah%20ICT%20Final.pdf
Komentar
Posting Komentar